Pages

Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Monday, October 31, 2011

MARAKNYA PERDAGANGAN FREE TRADE

Pada tahun 2010 adalah awal dimulainya perdagangan bebas ASEAN-Cina dengan penetapan tarif bea masuk (BM) 0%. Apakah itu akan baik atau buruk bagi kita? Apa akibat yang paling mungkin akan terjadi bagi (ekonomi) negara kita akibat adanya perdangangan bebas semacam itu. Apa yang dimaksud dengan perdagangan bebas / pasar bebas / free trade adalah perdagangan antar negara yang bebas dari hambatan masuk dan keluar, impor dan ekspor dan di mana seluruh keputusan ekonomi dan aksi oleh individu yang berhubungan dengan uang, barang dan jasa adalah sukarela.


China-ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA) memaksa Indonesia sebagai negara berkembang untuk siap menghadapi seruan produk impor ataupun produk asing. Hal itu tentunya semakin memukul pengusaha lokal yang hanya memiliki keterbatasan modal maupun akses usaha. Sebagai sebuah negara, Indonesia harus pandai bergaul. Sehingga, mau tidak mau ataupun siap tidak siap, Indonesia harus mampu menghadapi pasar bebas.

Negara yang tidak mau bergaul akan merugi sendiri, siap tidak siap tetap harus dihadapi, kesiapan tergantung pada masyarakat, setiap pengusaha yang merugi pasti akan teriak, kalau yang untung pasti akan tenang-tenang saja. Karena itu, di era globalisasi saat ini memaksa Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing. Baik terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) maupun kualitas produk dalam negeri. Neraca perdagangan Indonesia dengan China masih tak sebanding, kita harus tingkatkan daya saing, SDM harus siap.

Salah satunya juga dengan memperbaiki infrastruktur di seluruh wilayah. Infrastruktur yang buruk tentu akan berdampak pada inflasi.

Selain itu, ASEAN termasuk Indonesia juga belum siap untuk memiliki single currency atau mata uang sendiri seperti negara Eropa. Sebab, hal itu dipengaruhi oleh kemiskinan dan perekonomian yang belum memadai. Negara seperti Laos, Kamboja, juga masih sulit untuk menerapkan single currency, masih pesimis karena perekonomian belum mendukung.
Sebenarnya ada manfaatnya juga Indonesia melakukan perdagangan bebas yaitu:
1)   Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri.
2)   Memperoleh keuntungan dari spesialisasi.
3)   Memperluas pasar dan menambah keuntungan.
4)   Transfer teknologi modern

Selain manfaat Indonesia melakukan perdagangan bebas di karenakan ada faktor pendorongnya diantaranya yaitu:
  • Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  • Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
  • Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
  • Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  • Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  • Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
  • Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  • Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Tuesday, October 25, 2011

PERLINDUNGAN DI MUKA BUMI

Dewasa ini tentunya kita harus menyadari betapa pentingnya sebuah perlindungan itu ada. Tidak hanya hewan, manusia dan makhluk yang lainnya. Hewan membutuhkan perlindungan agar hewan tersebut tidak punah. Manusia pun juga sama membutuhkan perlindungan berupa imun/kekebalan.
Bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi juga bumi kita ini yang sedang kita diami, bumi ini juga sangat membutuhkan perlindungan yang cukup ekstra lebih. Karena, saat ini bumi kita sudah mengalami perubahan musim yang ekstrem. Dimana musim penghujan dan kemarau saat ini sudah tidak teratur lagi.

Hal tersebut di karenakan semakn tipisnya lapisan ozon (O3) yang menyelimuti muka bumi kita ini. Lapisan ozon ini sangatlah penting untuk siklus kehidupan para semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Bumi yang kita diami ini seharusnya kita jaga bukan malah kita rusak. Sesungguhnya para tangan-tangan jahillah yang sudah merusaknya dan yang tidak bertanggung jawab.
Kita tahu bumi ini semakin lama semakin panas, di karenakan kurangnya penghijauan yang ada di bumi. Ini adalah urutan negara-negara penghasil polusi terbanyak diantaranya:
1.        Amerika Serikat
2.        China
3.        Rusia
4.        Malawi
5.        India
6.        Jerman
7.        Brazil
8.        Kanada
9.        Inggris
10.    Perancis
11.    Australia
12.    Islandia

Ada banyak sumber penghasil polusi/CO2 diantaranya adalah:
1.        Asap kendaraan
2.        Kebakaran hutan
3.        Asap pabrik
4.        Parfume semprot

Salah satu upaya untuk mengurangi polusi di bumi adalah dengan melalui penghijauan/go green. Penghijauan/go green adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu penitingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan. Sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota. Ada banyak peran dan fungsi dari penghijauan diantaranya:
1.      Sebagai paru-paru kota
2.      Sebagai pengatur lingkungan
3.      Pencipta lingkungan hidup
4.      Penyeimbangan alam
5.      Perlindungan
6.      Keindahan
7.      Kesehatan
8.      Rekreasi dan pendidikan
9.      Sosial, politik dan ekonomi

Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus agar anak cucu kita nanti bisa menikmatinya.

Monday, October 17, 2011

MAHALNYA KESEHATAN BERADA DI BATAS TITIK NADIR

Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi manusia. Harga sebuah kesehatan akan terlihat menjadi sangat mahal ketika seseorang mengalami sakit. Bagi sebagian kita bisa jadi kebutuhan sehat akan mudah teraih baik di kala sehat maupun sakit. Namun bagi masyarakat kelas bawah atau kurang mampu, kesehatan adalah barang yang sangat mahal dan sulit untuk menjangkaunya. Untuk sekedar hidup secara sehat saja mereka harus memeras pikiran dan tenaga apalagi jika harus menghadapi musibah yang datang menimpa, tidak cukup dua kali lipatnya mereka bersusah payah untuk meraih harga sebuah kesehatan. Keterbatasan dana dan sulitnya akses untuk mendapatkan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka hanya bisa berpasrah diri dengan sakit yang diderita tanpa penanganan medis yang layak. 
Pemerintah memang telah banyak membuat kebijakan-kebijakan terkait program kesehatan yang melibatkan masyarakat kelas bawah atau kurang mampu. Namun demikian krisis ekonomi yang melanda negeri ini membuat sejumlah masyarakat kurang mampu kian bertambah. Akibatnya, kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu semakin sulit untuk dipenuhi oleh pemerintah daerah. Seleksipun menjadi lebih ketat dan nilai nominal porsi dana bantuan pun menjadi semakin mengecil. Sementara penggunaan fasilitas-fasilitas kesehatan pun semakin terbatas akses pemanfaatannya khususnya bagi masyarakat kelas bawah atau kurang mampu. 
Ini sebuah potret sederhana dari cerminan sosial yang ada di negara kita yang kaya tapi miskin moral. Suatu hari ketika kita sakit, hendaknya kita secara cepat akan langsung pergi ke dokter untuk berobat agar lekas sembuh. Tapi hal tersebut sangatlah berlawanan arah dengan saudara kita yang kurang mampu secara financial. Karena memiliki suatu sudut pandang tentang berobat ke dokter itu memerlukan biaya yang cukup mahal dan tidak terjangkau untuk kalangan seperti mereka ini.
Ini karena mereka merasakan sendiri tentang sebuah masalah ekonomi yang mengharuskan mereka bekerja keras hari ini atau tidak makan hari ini. Jadi tidak heran, jika banyak dari kita yang berobat dengan jalur alternative walaupun bagi kita yang secara berpendidikan kadang hal ini di luar nalar kita sebagai manusia pada umumnya.
Tapi mau bagaimana lagi dan mengadu pada siapa lagi, sudah jutaan nyanyian sumbang dan teriakan di tengah terik matahari tapi tidak ada yang mendengar nyanyian mereka. Karena banyak orang di luar sana yang berkomentar negatif kepada mereka, tanpa memberikan solusi yang tepat dan cepat bagi kalangan miskin seperti mereka ini. Sudah sepantasnya mereka di perlakukan dengan layak dan sesuai dengan hak mereka sebagai warga Indonesia.

Sunday, October 9, 2011

KEMISKINAN DI INDONESIA

            Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkan alat pemenuh kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi modal dan evaluatif dan yang lainnya lagi adalah memahami dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  Ø  Gambaran kekeluargaan materi yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, papan dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
 Ã˜ Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan dan ketidakmampuan untuk beradaptsi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  Ø    Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. 

JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYA

Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut.
1)    Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
2)     Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN

Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan. Penyebab kemiskinan adalah:
1)      Tingkat pendidikan yang rendah
2)      Produktivitas tenaga kerja rendah
3)      Tingkat upah yang rendah
4)      Tingkat dan laju pertumbuhan
5)      Distribusi pendapatan yang tidak merata
6)      Kesempatan kerja yang kurang
7)      Tingkat inflasi
8)      Pajak dan subsidi
9)      Alokasi serta kualitas SDA masih rendah
10)  Ketersediaan fasilitas umum
11)  Penggunaan teknologi masih kurang
12)  Tingkat dan jenis pendidikan
13)  Kondisi fisik dan alam
14)  Politik
15)  Bencana alam
16)  Peperangan

CARA MENGATASI KEMISKINAN
             Ada beberapa cara untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di negara Indonesia ini yaitu:
1)  Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu untuk mengurangi tingkat pengangguran
2)    Masyarakat juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain
3)    Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya BLK (Balai Latihan Kerja), pelatihan pembuatan kerajinan tangan, kursus menjahit
4)    Mendirikan suatu lembaga bantuan kredit atau langsung, misalnya UKM
5)    Memberikan pengetahuan mengenai pendidikan gratis bagi yang kurang mampu

Wednesday, October 5, 2011

PENDIDIKAN YANG TIDAK MERATA

MASALAH  PENDIDIKAN  DI  INDONESIA
Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia yang disebabkan sulitnya menyediakan guru-guru yang profesional untuk  mengajar di daerah-daerah. Sebenarnya kurikulum Indonesia tidak kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi mendatang, sehingga profesi ini tidak begitu dihargai. Sistem pendidikan yang sering berganti-ganti, bukanlah masalah utama, yang menjadi masalah utama adalah pelaksanaan di lapangan yang kurang optimal. Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yang belajar.

Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yang disediakan pemerintah. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan DEPDIKNAS untuk meningkatkan kompetensi guru, tetapi tindak lanjut yang tidak membuahkan hasil dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi. Jadi, terkesan yang penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya, tanpa memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh. Jika kondisi semacam itu tidak dibenahi, kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Maka pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Selama ini bahwa pendidikan yang berkualitas harus bermodal/berbiaya besar. Tetapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berkompetensi dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Adanya biaya pendidikan yang mahal, menyulitkan sebagian masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Hal ini dapat mengakibatkan banyaknya anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah. Oleh karena itu, sangatlah di perlukan peningkatan dana pendidikan di Indonesia agar dapat membantu masyarakat Indonesia yang kurang mampu melalui program beasiswa, orang tua asuh dan dapat juga dengan pembebasan biaya pendidikan.
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah. Dan Indonesia hanya berpredikat sebagai follower  bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan SDM Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber SDM Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan SDM di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan SDM yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
1)      Rendahnya sarana fisik
2)      Rendahnya kualitas guru
3)      Rendahnya kesejahteraan guru
4)      Rendahnya prestasi siswa
5)      Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
6)      Mahalnya biaya pendidikan
Meskipun telah terjadi kemajuan pada tingkat pendaftaran/partisipasi sekolah dasar,  ketidakmerataan akses ke sekolah menengah dan kejuruan tetap tinggi di Indonesia. Kualitas pendidikan di Indonesia berada di bawah kualitas pendidikan di beberapa negara pembanding di Asia Tenggara. Akses yang tidak merata dan rendahnya kualitas pendidikan, di samping akses yang rendah terhadap infrastruktur yang disebabkan infrastruktur yang tidak memadai, merupakan faktor kunci yang berada di balik ketidakmerataan akses terhadap kesempatan kerja yang produktif.


MENINGKATKAN KUALITAS DAN AKSES TERHADAP PENDIDIKAN MENENGAH DAN KEJURUAN

1)  Meningkatkan standar kurikulum sekolah yang selevel dengan standar negara-negara yang lebih maju di kawasan Asia Tenggara.
2)  Meningkatkan insentif untuk peningkatan kemampuan dan kinerja guru bagi yang mengajar di daerah pedesaan yang terpencil.
3)  Meningkatkan berbagai macam peralatan penunjang lainnya dan perpustakaan.
4) Memperluas program beasiswa untuk memberi penghargaan bagi murid berprestasi dan memberikan bantuan langsung tunai bagi murid yang berasal dari keluarga tidak mampu.
5)  Memastikan kerja sama antara publik dan swasta dan kerja sama yang erat dengan industri lokal dan pengusaha.