KANG MAS DYAN'S BLOG: MAHALNYA KESEHATAN BERADA DI BATAS TITIK NADIR

Blogroll

MAHALNYA KESEHATAN BERADA DI BATAS TITIK NADIR

Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi manusia. Harga sebuah kesehatan akan terlihat menjadi sangat mahal ketika seseorang mengalami sakit. Bagi sebagian kita bisa jadi kebutuhan sehat akan mudah teraih baik di kala sehat maupun sakit. Namun bagi masyarakat kelas bawah atau kurang mampu, kesehatan adalah barang yang sangat mahal dan sulit untuk menjangkaunya. Untuk sekedar hidup secara sehat saja mereka harus memeras pikiran dan tenaga apalagi jika harus menghadapi musibah yang datang menimpa, tidak cukup dua kali lipatnya mereka bersusah payah untuk meraih harga sebuah kesehatan. Keterbatasan dana dan sulitnya akses untuk mendapatkan layanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang membuat mereka hanya bisa berpasrah diri dengan sakit yang diderita tanpa penanganan medis yang layak. 
Pemerintah memang telah banyak membuat kebijakan-kebijakan terkait program kesehatan yang melibatkan masyarakat kelas bawah atau kurang mampu. Namun demikian krisis ekonomi yang melanda negeri ini membuat sejumlah masyarakat kurang mampu kian bertambah. Akibatnya, kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu semakin sulit untuk dipenuhi oleh pemerintah daerah. Seleksipun menjadi lebih ketat dan nilai nominal porsi dana bantuan pun menjadi semakin mengecil. Sementara penggunaan fasilitas-fasilitas kesehatan pun semakin terbatas akses pemanfaatannya khususnya bagi masyarakat kelas bawah atau kurang mampu. 
Ini sebuah potret sederhana dari cerminan sosial yang ada di negara kita yang kaya tapi miskin moral. Suatu hari ketika kita sakit, hendaknya kita secara cepat akan langsung pergi ke dokter untuk berobat agar lekas sembuh. Tapi hal tersebut sangatlah berlawanan arah dengan saudara kita yang kurang mampu secara financial. Karena memiliki suatu sudut pandang tentang berobat ke dokter itu memerlukan biaya yang cukup mahal dan tidak terjangkau untuk kalangan seperti mereka ini.
Ini karena mereka merasakan sendiri tentang sebuah masalah ekonomi yang mengharuskan mereka bekerja keras hari ini atau tidak makan hari ini. Jadi tidak heran, jika banyak dari kita yang berobat dengan jalur alternative walaupun bagi kita yang secara berpendidikan kadang hal ini di luar nalar kita sebagai manusia pada umumnya.
Tapi mau bagaimana lagi dan mengadu pada siapa lagi, sudah jutaan nyanyian sumbang dan teriakan di tengah terik matahari tapi tidak ada yang mendengar nyanyian mereka. Karena banyak orang di luar sana yang berkomentar negatif kepada mereka, tanpa memberikan solusi yang tepat dan cepat bagi kalangan miskin seperti mereka ini. Sudah sepantasnya mereka di perlakukan dengan layak dan sesuai dengan hak mereka sebagai warga Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Don't forget to give your's comennt :)
Thanks for a lot

Copyright © KANG MAS DYAN'S BLOG Urang-kurai